Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari pemikiran Ki Hajar Dewantara?
Murid
berasal dari Bahasa arab yang artinya seseorang yang berkomitmen, dan akarnya
berasal dari kata “keinginan yang kuat dalam diri”. Jadi seorang murid selalu
memiliki keinginan kuat dalam dirinya untuk belajar. Saya percaya bahwa seorang
murid akan selalu mengikuti setiap perubahan yang dituntun oleh gurunya untuk Pendidikan
yang lebih baik. Sekalipun perubahan itu memerlukan proses yang di dalamnya
pasti ada hambatan yang dihadapi.
Pembelajaran
di kelas sebelum mempelajari pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pembelajaran
yang berfokus pada hasil yang harus baik, tuntutan prestasi yang tinggi
sehingga adanya keterpaksaan dalam belajar sehingga ada sanksi atau hukaman dari
guru jika murid tidak sesuai dengan harapan guru. Guru menjadi pemegang kendali pembelajaran. Pembelajaran yang kaku dan anak tidak diberi ruang untuk menciptakan "merdeka belajar" seperti yang diajarkan Ki Hajar Dewantara.
Apa yang berubah dari pemikiran dan perilaku saya setelah mempelajari pemikiran Ki Hajar Dewantara?
Seorang
pengajar harus memiliki prinsip pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki
Hajar Dewantara. Prinsip pembelajaran akan membantu pendidik dalam memilih tindakan
yang tepat sehingga terhindar dari tindakan yang kelihatan baik tapi malah
menjerumuskan murid atas pencapaian keberhasilan pembelajaran. Dan prinsip
pembelajaran yang ada pada kurikulum 2013 relevan dengan prinsip pembelajaran
menurut Ki Hajar Dewantara. Yaitu, prinsip kemerdekaan, prinsip kebangsaan,
prinsip kebudayaan, prinsip kodrat alam dan prinsip kemanusiaan.
Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar, apa yang diperoleh di sekolah akan diterapkan di masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar. Mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan dan keterampilan
Apa yang bisa segera saya terapkan lebih baik agar kelas mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara?
Menerapkan sistem
“Among” yaitu menjaga, membina, dan mendidik anak dengan kasih sayang.
Menciptakan pembelajaran dengan metode kinder spellen (permainan anak), yaitu
belajar sambal bermain secara berkelompok yang bermanfaat untuk mendidik
interaksi sosial kepada peserta didik.
Menerapkan tiga metode Ki Hajar Dewantara dalam menerapkan budi pekerti. Yaitu Ngerti, Ngerasa, Ngelakoni. Ngerti artinya memberikan pengertian sebanyak-banyaknya kepada anak didik Pengertian baik dan buruk. Dan diajarkan tentang aturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta beragama. Ngerasa artinya berusaha semaksimal mungkin untuk memahami dan merasakan tentang pengetahuan yang diperolehnya. Anak didik dapat membedakan mana yang benar
Comments
Post a Comment